Memiliki tunggangan yang berparas klasik namun terlihat modern dan nyaman digunakan merupakan salah satu keinginan dari sejumlah orang terutama para pecinta motor-motor klasik. Di Indonesia itu sendiri, penggila motor klasik atau motor-motor beraliran Jap Style, Cafe Racer, dan Brat Style sudah cukup banyak.  Hampir di setiap kota komunitas dari pecinta motor seperti itu ada.

Nah, bagi Otolovers yang juga menyukai motor seperti itu atau yang baru ingin menggelutinya pasti beranggapan kalau perawatannya susah dan rumit. Ternyata merawat motor klasik terutama yang beraliran Jap Style, Cafe Racer dan Brat Style itu sama seperti merawat motor lainnya. Meski ada beberapa bagian yang harus mendapatkan perhatian khusus, tapi secara keseluruhan tetap sama seperti merawat motor lainnya.

Menurut Nino Pramono, mekanik sekaligus pemilik bengkel modifikasi NIN Rocksta yang khusus bermain di aliran modifikasi Jap Style, Cafe Racer dan klasik ini mengatakan, secara keseluruhan perawatannya sama saja seperti merawat motor biasa.

"Sebenarnya sih sama aja ya, tapi karena umurnya jauh lebih tua jadi ada beberapa bagian yang harus mendapat perhatian ekstra," tukas pria kelahiran 1976 ini saat berbincang dengan detikOto, di markasnya yang berada di Jalan Anggrek Rosalina VII No.7, Kemanggisan Slipi, Jakarta Barat.

Karena motor-motor bergenre Jap Style, Cafe Racer dan lain sebagainya kebanyakan di bore up, Nino mengatakan harus lebih ekstra mengganti oli dan memeriksa rante keteng.

"Kalau motor seperti ini kan banyak yang di bore up. Di bore up tapi bukan untuk kebut-kebutan melainkan lebih ke fungsi, seperti menarik ban yang lebih besar dan suara knalpotnya biar lebih bulat, biasanya sih di oli masalahnya," bebernya.

Nino melanjutkan, ada baiknya jika menyukai motor dengan aliran modifikasi seperti ini tidak usah dibawa kebut-kebutan. Motor ini bukan untuk kebut-kebutan melainkan untuk fashion.

"Sayang dong bawa motor seperti ini kebut-kebutan karena enggak bisa dilihat sama orang-orang. Jadi mending pelan aja, kalau pelan dan suaranya gede kan menarik perhatian banyak orang," timpalnya sambil tersenyum.

Pria ramah ini menambahkan, selain harus melakukan perawatan khusus di bagian oli dan rante keteng, motor seperti ini juga harus mendapat perhatian ekstra dari segi cat.

Ada beberapa motif atau pemilihan warna cat yang harus selalu dijaga.

"Kalau pakai cat candy jangan sering dijemur dibawah terik matahari langsung. Kalau terus-terusan seperti itu bisa cepat pudar. Mau kualitasnya mahal sekalipun tapi kalau sudah pakai cat candy terus sering disimpen di tempat panas bakal cepet pudar warnanya," imbuhnya.

Jadi ada baiknya selalu memperhatikan tempat penyimpanannya. Usahakan jangan disimpan ditempat yang benar-benar panasnya langsung menyorot ke motor. Dan jika terkena air hujan usahakan dicuci atau disiram terlebih dulu dengan air biasa yang ada dirumah kemudian dilapnya sampai kering.

Hal itu dilakukan agar warnanya tetap terawat dan menghindari dari timbulnya karat pada bagian-bagian tertentu.

Sumber : oto.detik.com
Memilih jas hujan memang terdengar sepele, tapi fungsinya begitu besar bagi para bikers yang selalu dihadapkan dengan hujan. Apalagi belakangan ini curah hujan di beberapa wilayah setiap harinya masih cukup tinggi.

Dalam kondisi seperti itu tidak ada pilihan lain selain berteduh dan menggunakan jas hujan. Tapi dalam memilih jas hujan tidak bisa dianggap enteng. Sebab salah memilih jas hujan bisa fatal akibatnya.

Berikut ini beberapa Tips sederhana untuk para bikers yang ingin membeli jas hujan yang dipublikasi oleh oto.detik.com, yuk simak :
  1. Ada baiknya saat membeli jas hujan hindari jas hujan model ponco atau tanpa sambungan. Jas hujan seperti ini kerap merepotkan dan berbahaya karena sering tersangkut di gir belakang motor. Jadi disarankan untuk membeli jas hujan dengan model seperti baju dan celana.
  2. Setelah memilih jas hujan dengan model baju dan celana, ada baiknya memilih jas hujan yang memiliki warna cerah. Hal ini karena saat kondisi hujan jarak pandang pengendara jadi berkurang. Terlebih jika hujan di malam hari. Otomatis jika menggunakan jas hujan dengan warna cerah dapat memberikan tanda bahwa ada orang di depan motor Anda.
  3.  Pilih jas hujan yang menggunakan bahan Polyvinyl Chloride (PVC). Jas hujan seperti ini tidak tembus air meski dihadapkan dengan hujan lebat sekaligus.
  4. Hal terakhir yang harus diperhatikan yakni perhatikan resleting jas hujan yang akan Anda beli. Selain bagian paha dan kualitas jahitan yang sering rusak, resleting juga sering menjadi masalah yang selalu dihadapi para bikers. Jadi sebelum membeli pastikan resleting terbuat dari bahan yang kuat.
  5. Pastikan resleting terbuat dari bahan yang kuat. Karena kebanyakan para bikers dalam menggunakan resleting selalu tergesa-gesa. Apalagi jika muatannya sudah penuh dan resleting tidak kuat maka akan mudah rusak. disarankan memilik ukuran jas hujan yang sedikit lebih besar dari badan Anda. Ini karena untuk menjaga ketahanan jas hujan jika Anda membawa mutan yang berlebihan ketika memakai jas hujan.
Tips Mencuci Helm
Helm bermerek, karena harganya mahal, pemilik harus memperlakukannya bak seorang bayi. Bahkan muncul anggapan, untuk merawat helm mahal, biayanya juga selangit. Padahal, menurut Juragan Helm, toko helm bermerek di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tak perlu neko-neko agar pelindung kepala itu selalu tampak baru.

Agus Hermawan - pemilik Juragan Helm - membeberkan, untuk merawat helm bermerek sebenarnya tak butuh biaya banyak. Cukup mencucinya dan sedikit ketelatenan. “Dilarang menggunakan mesin, pakai tangan saja. Kalau pakai mesin, dikhawatirkan malah merusak. Kalau dicuci sendiri, kita tahu batasannya,” terangnya kepada KompasOtomotif.

Tak perlu bahan kimia khusus untuk merontokkan kotoran dan menghilangkan bau. kalau dicuci dengan prosedur yang tepat, kotoran dan bau bisa lenyap dan helm tetap mengkilat. Berikut langkah-langkahnya!
  • Jangan mencuci helm tanpa membuka komponen penting. Usahakan bagian dalam helm dilepas seperti busa-busa di samping dan atas. Jangan khawatir tak bisa mengembalikan lagi, karena helm bermerek selalu memudahkan pemilik untuk melepas dan memasang busa di bagian dalam helm.
  • Pisahkan busa dan cangkang helm. Cuci cangkang terlebih dahulu. Basahi menggunakan air biasa, baik bagian luar maupun bagian dalam.
  • Kucurkan sabun cair biasa/ detergent cair/ sampo (bila perlu menggunakan sabun khusus bayi yang lembut). Tak perlu khawatir soal cat, karena pada dasarnya helm bermerek sudah punya lapisan pelindung cat berkualitas tinggi. Gosok dengan tangan dan bersihkan bagian yang dianggap kotor.
  • Bilas dengan air hingga bersih dan tanpa menyisakan sabun cair pada helm. Ciri kalau helm masih bersabun, permukaannya licin.
  • Keringkan dengan lap seperti kanebo. Biarkan kering sendiri tanpa dijemur.
  • Untuk mencuci busanya, lakukan dengan langkah yang hampir sama. Cuci dengan sabun cair. Kucek, bila perlu sedikit disikat dengan lembut pada bagian yang kotor (biasanya di daerah pipi dan dahi) dan bilas sampai bersih. Tak perlu direndam! Peras perlahan dan keringkan! Bisa juga digemur! 
Sumber Artikel : Otomotif.Kompas.com
Ban Motor Benjol
Ban sepeda motor Anda benjol? Hal ini sering terjadi khususnya untuk jenis tubeless! Kok bisa? Oleh karena banyak jalanan berlubang, maka frekuensi ban terbentur pun semakin tinggi. Akibatnya, kawat yang membentuk struktur ban putus, plus kondisi tekanan angin kurang. Makanya, permukaan ban pun jadi benjol.

Efek lanjutan dari ban benjol adalah getaran keras yang dirasakan pada setang saat melaju kencang. Kala jalan pelan pun, sekitar 10 km/jam, motor pun terasa melonjak-lonjak.

Untuk mencegah ban benjol, berikut tips yang bisa dilakukan:

Jangan Mengerem Sembarangan
Bila tidak bisa menghindari lubang, jangan melakukan pengereman saat masuk lubang. Tujuannya mencegah pemusatan bobot sepeda motor dan penumpang di ban depan. Kalau bobot memusat di depan, maka efek benturan semakin besar sehingga mempercepat kawat ban (depan) putus.

Periksa tekanan angin ban secara teratur, 
Periksa Tekanan angin jangan sampai di bawah standar. Bila tekanan angin kurang dan sering menabrak lubang, kemungkinan terjadinya benjol sangat besar.

Jangan Pacu Terlalu Kencang
Jika belum hapal rute yang akan dilalui, maka jangan memacu sepeda motor terlalu cepat.

Ganti Segera Ban Motor Anda
Kalau sudah benjol, demi keselamatan, Anda harus menggantinya. Jangan diamkan ban benjol. Pasalnya, bila diisi lagi dengan tekanan angin yang lebih tinggi, maka bisa meledak!

Sumber Artikel : otomotif.kompas.com
Remote Mobil
Mungkin Anda pernah mengalaminya, dimana Ketika membuka kunci pintu mobil mengandalkan Remote, suka tidak berfungsi. Jangan panik! Biasanya kondisi tersebut timbul akibat baterai pada remote sudah soak dan harus diganti.

Setelah melihat langsung proses penggantian baterai ternyata tidak sulit. Berikut langkah-langkah yang diperlihatkan salah satu karyawan toko jam seperti yang saya kutip dari Kompas.com, silahkan disimak :
  1. Biasanya ada dua model untuk membukanya. Satu diikat dengan sekrup dan satunya lagi model congkel dengan obeng "min" kecil.
  2. Setelah terbuka, lepaskan baterai dari tempatnya. Lakukan dengan perlahan jangan sampai panel bagian switch atau pegangan baterai terlepas. Hapalkan posisi kutubnya, kalau lupa biasanya di sisi sebelahnya terdapat keterangan gambar.
  3. Ganti baterai sesuai dengan ukuran dan spesifikasi yang dipakai sebelumnya. Harga berkisar antara Rp 50.000 - 125.000 tergantung merek.
  4. Masukkan baterai ke posisi semula sesuai dengan posisi kutub. Setelah itu tutup kembali kedua sisi remote yang dibuka.
  5. Untuk yang tidak memakai sekrup pastikan terdengar bunyi "klik" dan semua sisinya tertutup rapat. Jika menggunakan sekrup, tutup dahulu dan pastikan semua sisi rapat baru dikencangkan.
Jangan panik jika setelah ganti baterai alarm masih tidak berfungsi. Biasanya didiamkan dulu kira-kira setengah jam baru bisa aktif.

Sekian postingan singkat Tips Menganti Baterai Remote Mobil, semoga bermanfaat

Sumber Artikel : otomotif.kompas.com
Meski pada saat lauching Bisnis Susu Higoat belum dapat undian Mobil tapi tidak berkecil hati juga siapa tahu bisa beli mobil tanpa harus mengharap Durian Runtuh. Nah bagi yang sudah beli baiknya simak Tips mencuci mobil yang benar.

Berikut tips mencuci mobil dengan benar, moga jadi tambahan wawasan bagi yang belum tahu atau baru beli mobil atau bahkan mau beli mobil.
  • Siapkan mobil yang hendak dicuci. Meskipun terkesan sedikit bercanda, tapi ini serius, kalau mobilnya belum punya silahkan baca Tips Membeli Mobil Baru, bagi yang mau beli mobil tapi belum ada modal bisa baca-baca peluang bisnis Disini.
  • Cucilah mobil saat keadaan dingin, misalnya dipagi hari atau sore hari. Panas terik akan menyebabkan bercak bekas air dipermukaan mobil.
  • persiapkan alat2 seperti: ember, shampo mobil, busa atau spon untuk bodi, busa atau spon untuk roda, sikat lembut atau lap kulit/kanebo. Siapkan pula alat penyedot debu dan pengilap dasbor dan ban.
  • Bersihkan terlebih dahulu bagian bawah mobil seperti dek, bagian dalam spakbor dan bagian dalam bemper. Bagian ini paling sering terkena kotoran, seperti lumpur, tanah dan aspal. Gunakan spon untuk bagian ini.
  • Gunakan semprotan air yang tekanannya dapat diatur agar kotoran yang menempel mudah lepas.
  • Setelah bagian bawah selesai, cucilah bagian atas, dimulai dengan membasahi atap. Biarkan air mengalir ke seluruh bodi mobil.
  • Ambil ember dan campurkan air dengan shampo khusus mobil, lalu gunakan busa untuk mulai mencuci bagian atas mobil dan dilanjutkan ke sisi-sisi mobil yang lain.
  • Segera bilas dan keringkan dengan menggunakan lap kulit/kanebo.
  • dengan menggunakan penyedot debu, mulai lakukan penyedotan kotoran di bagian dek dan bangku serta interior lain.
Selesai semua, segera oleskan cairan pengkilap pada dasbor dan roda. Jangan lupa berbagi tips ini bagi kerabat atau tetangga yang membutuhkan. Dan bila memerlukan tips seputar info Barang Elektronik silahkan menuju Blog Kumpulan Tips Barang Elektronik.
Sumber tulisan dari Kaskus
Hmm Meski masih dalam angan-angan, penulis berkeinginan suatu saat punya mobil, biar kemana-mana gak naik motor melulu. Saat ini Godaan untuk beli mobil pribadi memang makin besar. Meskipun macet di mana-mana (kota-kota besar tentunya) tapi yang namanya naik mobil tetap saja lebih enak. Paling nggak kalau panas, nggak kepanasan. Terus, kalau hujan, nggak kehujanan. Apalagi kalau kita pergi dengan banyak orang, bareng temen-temen ataupun dengan keluarga.
Tapi jangan salah pilih, Gan! Beli mobil itu, jangan asal murah aja tapi harus tetap berkualitas. Kalau boleh ngasih beberapa tips nih, sebelum beli mobil, perhatikan hal-hal berikut ini.
  • Service Murah : Punya mobil kan kita beli untuk 3 sampai 5 tahun kedepan, so pasti harus dirawat rutin.. Karena sifatnya rutin, biaya service juga harus jadi bahan pertimbangan.
  • Network Luas: Lokasi jaringan layanan juga sebaiknya mudah dijangkau di mana-mana. Mungkin kalau kita di Jakarta saja, ke mana-mana masih mudah lah... tapi siapa tahu kita bawa mobil ke daerah lain contohnya kalau Agan mudik bareng keluarga. Kalau terjadi sesuatu dengan kendaraan kita dijalan, bagaimana? Tapi kalau network layanannya luas, kita nggak perlu khawatir Gan.
  • Harga bekasnya yang menguntungkan untuk Investasi: Nah, ini juga penting Gan. Mungkin setelah pakai mobil beberapa tahun, kita akan berpikir untuk ganti mobil. Mobil yang lama mau dijual. Biar nggak rugi, harga jual mobil bekasnya sebaiknya juga tidak rendah dibandingkan harga belinya.
  • Mesin yang durable: alias mesin bandel dan tahan lama. Sudah pasti kita nggak mau kalau terus direpotin sama urusan mesin mobil yang bermasalah terus kan?
  • Mobil yang paling cocok untuk kondisi jalan di Indonesia dan karakter orang Indonesia: orang Indonesia itu biasanya butuh menampung banyak orang, bisa melewati polisi tidur yang tingginya naujubillah. Buat yang belum punya keluarga, biasanya kita perlu mobil gede yang bisa nampung teman-teman kita.
  • Mobil yang Lega: Muat banyak saja nggak cukup, bisa angkut apa ajah Gan. Satu lagi yang menurut ane penting, orang-orang di dalamnya nggak kesempitan. Bisa angkut dari barang alus sampek barang keras dan gak takut kotor
Sumber Tulisan : Forum Kaskus
Sebelum saya buat blog ini, saya sudah pernah membuat blog serupa tentang info otomotif tips dan triknya, namun blog tersebut yang beralamat baleotomotif.blogspot.com akhirnya dihapus sepihak oleh Mbah Google karena terindikasi ada banner/script yang rusak. Selidik punya selidik baru sadar saya bahwa sehari sebelumnya di blog tersebut saya coba pasang Adbrite, mungkin karena yang keluar aneh-aneh di banner adbrite tersebut akhirnya blog saya pun ditutup paksa. Akhirnya ambil kesimpulan si Adbrite tidak disukai oleh yang empunya blogspot. Sekarang rencana blog ini akan saya pasang iklan pribadi saja dan kalau si Mbah menerima Adsense saya nanti juga akan saya pasang disini.





MESIN DI KLASIFIKASIKAN MENJADI 2 JENIS, YAITU :
1. INTERNAL COMBUSTION ENGINE
2. EKSTERNAL COMBUSTION ENGINE

URAIAN 
1. INTERNAL COMBUSTION ENGINE
       Sebuah mesin yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi didalam mesin itu sendiri
       contoh :     a. Mesin Sepeda Motor
                         b. Mesin Mobil
                         c. Mesin Turbin Gas


       bila kita mengurai lebih jauh lagi tentang Internal Combustion Engine, maka contoh dari
       mesin tersebut dapat diuraikan pada hal sebagai berikut :
       a. Mesin Sepeda Motor
          1. Mesin 2 Tak
          2. Mesin 4 Tak
















     b. Mesin Mobil
         1. Mesin Bensin
             - Mesin dengan Sistem Pengapian Konvensional 
             - Mesin dengan Sistem Pengapian Elektronik
         2. Mesin Diesel
            - Mesin Diesel Direct Injection
            - Mesin Diesel Indirect injection 



    











c. Mesin Turbin Gas
        1. Mesin Pesawat Helicopter
            - Jenis Bolcow
            - Jenis Puma

        2. Mesin Pesawat Jet   

           - Mesin Boeing
           - Mesin Soekhoi











2. EKSTERNAL COMBUSTION ENGINE
       Sebuah mesin yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi di luar mesin
       contoh : a. Mesin Ketel Uap



















KOMPONEN UTAMA MESIN MOBIL

SECARA GARIS BESAR, SEBUAH MOBIL DI BAGI MENJADI 3 BESAR KOMPONEN UTAMA + BODY, YAITU :

1. KELISTRIKAN

    Terdiri dari :
   1. Sistem Baterai
   2. Sistem Starter
   3. Sistem Pengisian
   4. Sistem Pengapian
   5. Sistem Penerangan
   6. Sistem Pembersih Udara
   7. Sistem Pembersih Kaca
   8. Sistem Audio Video


2. CHASIS
    Terdiri dari :
    1. Sistem Rangka
    2. Sistem Rem
    3. Sistem Suspensi
    4. Sistem Kemudi
    5. Sistem Kopling
    6. Sistem Transmisi
    7. Sistem Diferensial
    8. Poros Penggerak Roda


3. MOTOR
    Terdiri dari :
     1. Mekanisme Katup
     2. Piston dan kelengkapannya
     3. Kepala Silinder
     4. Blok Silinder
     5. Sistem Pelumasan
     6. Sistem Pembakaran
     7. Sistem Pendinginan

PENEMU TRANSMISI : LOUIS-RENE PANHARD dan EMILE LEVASSOR

Fungsi : Untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin sehingga kendaraan dapat berhenti, meskipun mesin tetap dalam keadaan hidup

SISTEM TRANSMISI DI BEDAKAN MENJADI 2 JENIS YAITU :
1. SISTEM TRANSMISI MANUAL
    1. Slidingmesh Type
    2. Constantemesh Type
    3. Syncromesh Type
    
2. SISTEM TRANSMISI OTOMATIS
    1. Manumatic Type
    2. Semi Automatic type
    3. Elelctro Hidraulic Type
    4. Dual Clutch Type

URAIAN
1. TRANSMISI MANUAL
 
Transmisi Manual terdiri dari empat komponen utama, yaitu :
1. Input Shaft
2. Output Shaft
3. Counter Gear
4. Reverse Gear











Sistem Transmisi Manual dikenal juga sebagai transmisi "Gearbox" yang terdiri dari :
1, Transmisi Sekuensial
2, Transmisi Non Sekuensial
3. Transmisi tanpa Sinkronisasi
4. Transmisi dengan Sinkronisasi
4. Transmisi Pre Selektor

JENIS-JENIS TRANSMISI MANUAL
1. SLIDINGMESH TYPE
Jenis ini merupakan dasar pertama kali ditemukannya transmisi, dengan konstruksi yang sangat sederhana. Transmisi jenis ini sudah tidak lagi dikembangkan, walaupun demikian jenis ini masih sering digunakan dan terbatas hanya untuk gear percepatan dan mundur






2. CONTSTANTMESH TYPE
Jenis ini merupakan pengembangan dari jenis slidingmesh type, dimana bentu gear tidak lagi lurus melainkan helical, walaupun demikian saat perpindahan gera masih terjadi kesukaran
Dinamakan constantmesh type karena counter gear selalu berkaitan atau berhubungan dengan gear pada main shaft. sedangkan gear pada main shaft dihubungkan dengan perantara bearing sehingga gear dan main shaft dapat berputar bebas.


 
3. SYNCROMESH TYPE

Transmisi jenis ini mempunyai konstruksi seperti jenis constantmesh. pada jenis ini untuk memindahkan putaran dari main gear ke main shaft digunakan syncromesh, sehingga perpindahan putaran dapat dilakukan dengan mudah pada berbagai kecepatan.







JENIS-JENIS TRANSMISI AUTOMATIC
    1. MANUMATIC TYPE

Transmisi Manumatic berasal dari kata "Manual" dan "Automatic"
Pada transmisi ini pengemudi cukup memilih tanda (+) untuk menaikan rasio perpindahan gigi dan tanda (-) untuk menurunkan rasio perpindahan gigi.
Perpindahan gigi terjadi secara sekuensial











2, SEMI AUTOMATIC TYPE

Pada Transmisi ini menggunakan Sensor Elektrik, Sistem Pneumatik dan Prosesor, serta Actuator untuk mengeksekusi perintah pengemudi saat memindahkan rasio perpindahan gigi transmisi











3. ELEKTRO HIDRAULIC TYPE

Transmisi ini merupakan transmisi buatan Jepang yang dikenal dengan "HondaMatic"
Pada transmisi ini terdapat komponen Pompa Hidraulic, Hidraulic Motor Piston dan jugaPompa Swash Plate yang bekerja menyerupai cara kerja sistem AC jenis Swash Plate







4. DUAL CLUTCH TYPE

Pada transmisi ini terdapat dua buah kopling yang saling terhubung dalam satu poros Infut Shaft.












MEKANISME PEMINDAH GIGI

1. JENIS PENGONTROL REMOTE
    1. COLUMN SHIFT TYPE
Pada jenis ini tuas pemindah terpisah dengan transmisi, tuas pemindah berada di batang kemudi
















2. FLOOR SHIFT TYPE
Pada jenis ini posisi tuas pemindah berada tepat di lantai bagian bawah dari kemudi















 2. JENIS PENGONTROL LANGSUNG


Pada jenis ini tuas pemindah gear transmisi berada langsung pada transmisi sehingga proses pemindahan gear transmisi dapat dikontrol dengan baik







KERUSAKAN-KERUSAKAN TRANSMISI
1. GEAR SUKAR DI PINDAHKAN
2. SAMBUNGAN GEAR RUSAK
3. TERDENGAR BUNYI-BUNYI
FUNGSI
Untuk meredam kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata

PADA UMUMNYA SUSPENSI TERSUSUN DARI DUA BAGIAN UTAMA, YAITU :
1. PEGAS
    Pegas secara langsung menahan kejutan yang terjadi. Pegas mempunyai sisfat elastis untuk menahan kejut,

JENIS-JENIS PEGAS DIBAGI TIGA, YAITU :
1. PEGAS DAUN (LEAF SPRING)
    Pegas ini terdiri atas lapisan plat baja yang diikat atau disusun menjadi satu. Susunan dimulai dari pegas yang pendek yang terletak dibagian bawah dan disatukan denganjalan di keling atau dibaut bagian tengahnya. Bagian pegas yang panjang dibulatkan membuat mata pegas  untuk pemasangan pegas pada rangka.
















2. PEGAS COIL (COIL SPRING)
    Pegas ini mempunyai tahanan atau redaman kejutan yang lebih baik dibandingkan dengan pegas daun yang tidak terjadi gesekan anatau pegas yang menyebabkan getaran pada body.













3. PEGAS BATANG TORSI (TORSION BAR SPRING)
    Pegas ini umumnya digunakan oleh  mobil-mobil kecil pada suspensi depan. Pegas ini tebuat dari baja elastis  yang mampu menahan puntiran yang terjadi. Bila salah satu ujung pegas diikat dengan keras dan ujung lain dipasang pada arm maka saat arm bergerak naik turun, batang akan menahan gerakan ini sehingga menghasilkan efek penyerapan kejutan yang terjadi















2. SHOCKABRSORBER
    Shockabsorber dirancang untuk meredam, oksilasi pegas akibat kejutan sehingga kendaraan akan aman dan nyaman.

1. JENIS-JENIS ABSORBER
Jenis-jenis absorber dibedakan berdasarkan
a. Cara kerjanya
    - Kerja Tunggal (Single Action)
    - Kerja Ganda ( Multiple Action)
b. Konstruksi
    - Type Twin Tube
    - Type Mono Tube
c. Medium Kerja
    - Hidrolis
    - Pneumatis

JENIS-JENIS SUSPENSI 
Berdasarkan konstruksi pada mekanisme suspensi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. JENIS POROS PEJAL (RIGID AXLE SUSPENSION)
    Pada type ini poros roda kiri-kanan dipasangkan bersama pada sebuah poros diatas pegas-pegas. Suspensi model ini mempunyai konstruksi sederhana, kuat oleh karena itu banyak digunakan sebagai suspensi depan dan belakang (Mobil angkutan berat) dan suspensi belakang (Mobil penumpang)





















2.JENIS POROS BEBAS (INDEPENDENT SUSPENSION)
   Pada type ini roda kiri-kanan menggantung satu sama lain dengan bebas, dimana memungkinkan tiap roda bekerja sendiri menerima kejutan-kejutan lain.


1. TYPE WISHBONE
    Type ini terdiri atas Upper Suspension Arm dan Lower Suspension Arm dengan Frame dan Steering Knuckle dengan Pegas Koil dan Peredam Kejut



2. TYPE MACPHERSON
  Type ini terdapat Upper Arm, Konstruksi sederhana da memungkinkan ruang mesin lebar















3. TYPE SWING AXLE
    Pada type ini poros dibaut dua bagian dan diberi Pivot ditengahnya sehingga dapat berayun keatas dan kebawah secara terpisah










PERAWATAN DAN PERBAIKAN

TROUBLE SHOOTING







FUNGSI
Untuk mengendalikan arah gerak kendaraan 
  
SISTEM KEMUDI DIBEDAKAN MENJADI 2 JENIS,
YAITU :
1. SISTEM KEMUDI MANUAL
2. SISTEM KEMUDI OTOMATIS (KEMUDI DAYA)

URAIAN
1. SISTEM KEMUDI MANUAL




KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI
1. STEERING WHEEL
2. STEERING COLUMN
3. STEERING GEAR
4. STEERING LINGKAGE






FUNGSI KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI
1. STEERING WHEEL
    Mengendalikan arah roda depan melalui lengan penghubung
2. STEERING COLUMN
    Untuk meneruskan arah putaran dari kemudi ke steering gear
3. STEERING GEAR
    Untuk memungkinkan roda depan dapat diarahkan sesuai dengan arah putaran kemudi yang diinginkan
4. STEERING LINGKAGE
    Sebagai penghubung untuk memindahkan tenaga putar dari steering wheel ke roda depan.

Pada dasarnya Steering Gear dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Jenis Worm and Sector Roller
b. Jenis Worm and Sector
c. Jenis Screw Pin
d. Jenis Screw and Nut
e. Jenis Recirculating Ball
KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI JENIS RECIRCULATING BALL
1. RODA KEMUDI
2. POROS UTAMA KEMUDI
3. BATANG KEMUDI
4. BAK RODA GIGI KEMUDI
5. LENGAN PITMAN
6. BATANG PENGHUBUNG
7. TIE ROD
8. LENGAN IDLER
9. LENGAN NAKEL
10. BALL JOINT SUSPENSI
11. BANTALAN ATAS




FUNGSI KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI JENIS RECIRCULATING BALL
1.   RODA KEMUDI
      Mengendalikan arah roda depan melalui lengan penghubung
2.   POROS UTAMA KEMUDI
      Mengirim gaya putar roda kemudi ke bak roda gigi kemudi
3.   BATANG KEMUDI
      Tempat Poros Utama
4.   BAK RODA GIGI KEMUDI
      Merubah gerak putar kemudi ke gerakkan maju mundur lengan penghubung
5.   LENGAN PITMAN
      digerakkan maju mundur oleh bak roda gigi kemudi dan dihubungkan dengan batang penghubung
6.   BATANG PENGHUBUNG
      Menghubungkan Tie Rod di sebelah kanan dan kiri
7.   TIE ROD
      Menghubungkan lengan nakel dan batang penghubung
8.   LENGAN IDLER
      Menunjang batang penghubung dan tie rod
9.   LENGAN NAKEL
      Mengendalikan roda depan sesuai dengan gerakkan lengan penghubung
10. BALL JOINT SUSPENSI
      Tempat berputarnya roda-roda depan
11. BANTALAN ATAS
      Tempat dudukan peredam kejut

f. Jenis Rack and Pinion
KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI JENIS RACK AND PINION
1. RODA KEMUDI
2. POROS UTAMA KEMUDI
3. BATANG KEMUDI
4. POROS INTERMEDIATE
5. RACK AND PINION
6. TIE ROD
7. SEPATU RACK
8. LENGAN NAKEL





KOMPONEN UTAMA RACK
1. BALL JOINT
2. TIE ROD
3. RACK
4. PINION
5. BOAT 






FUNGSI KOMPONEN UTAMA SISTEM KEMUDI
JENIS RACK AND PINION
1. RODA KEMUDI
    Mengendalikan arah roda depan melalui lengan penghubung
2. POROS UTAMA KEMUDI
    Mengirim gaya putar roda kemudi ke bak roda gigi kemudi
3. BATANG KEMUDI
    Merupakan tempat poros utama
4. POROS INTERMEDIATE
    Menghubungkan poros utama dan poros pinion
5. RACK AND PINION
    Menambah gaya yang dikirim dari roda kemudi dan gerakkan putar dirubah menadi gerak translasi
6. TIE ROD
    Menghubungkan lengan nakel dan batang penghubung
7. SEPATU RACK
    Mencegah masuknya lumpur dan debu kedalam mekanisme rack
8. LENGAN NAKEL
    Mengendalikan roda-roda depan sesuai dengan gerakkan lengan penghubung


PERAWATAN DAN PERBAIKAN
FUNGSI
Untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi

KOPLING DIBEDAKAN DALAM BEBERAPA JENIS, YAITU :
1. KOPLING MANUAL


KOMPONEN UTAMA KOPLING
1. RODA GILA
2. PLAT KOPLING
3. PLAT PENEKAN
4. PEGAS DIAFRAGHMA
5. TUTUP KOPLING
6. BANTALAN PEMBEBAS
7. GARPU PEMBEBAS





 FUNGSI KOMPONEN UTAMA KOPLING
1. FLY WHELL (RODA GILA)
    Tempat kedudukan sistem kopling
2. DISC CLUTCH (PLAT KOPLING)
    Media penghantar putaran dari mesin ke transmisi
3. PRESSURE PLATE (PLAT PENEKAN)
    Untuk menekan clutch disc
4. DIAFRGHMA SPRING (PEGAS DIAFRAGHMA)
    Untuk memberikan tekanan pada pressure plate
5. CLUTCH COVER (TUTUP KOPLING)
    Untuk menjepit clutch disc terhadap fly wheel
6. RELEASE BEARING (BANTALAN PEMBEBAS)
    Untuk meneruskan gaya tekan dari release fork
7. RELEASE FORK (GARPU PEMBEBAS)
    Untuk menekan release bearing sehingga menyentuh diafraghma spring

JENIS-JENIS KOPLING
1. KOPLING MANUAL
    TERDIRI DARI :
a. KOPLING SINGLE PLATE



     








b. KOPLING DOUBLE PLATE 



 









2. KOPLING AUTOMATIS

Torque Converter di digunakan pada kopling otomatis sebagai pengganti kopling manual





  






SISTEM PENGGERAK KOPLING
1. SISTEM PENGGERAK MEKANIS



Pada sistem ini tenaga yang digasilkan dorongan pedal yang menggerakkan Release Fork diteruskan langsung oleh kabel pembebas. 
Mekanisme penggerak in sekarang kurang banyak digunakan, karena memiliki kekurangan yaitu, untuk kendaraan besar seperti truk yang memerlukan kekuatan besar kurang kuat, dan penekanannnya lambat


 





2. SISTEM PENGGERAK HIDROLIK

Sistem pengggerak ini menggerakkkan Release Fork melalui mekanisme penekanan minyak rem secara Hidrolis. Sistem ini sangat efisien dan cepat dalam pemindahan tenaga dari injakan pedal ke Release Fork




 

CARA KERJA
Bila pedal kopling di pijak, minyak yang terdapat dalam silinder utama akan terdesak keluar melalui pipa, selanjutnya mendesak torak di dalam silinder slave silinder kemudian menggerakkan release fork








FUNGSI RELEASE CYLINDER 
Menggerakkan piston dengan tekanan hidrolik dari  silinder utama dan mengoperasikan release fork melaui tongkat pendorong










 PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM KOPLING
1. BUKALAH KOPLING DAN RUMAH KOPLING













2. LAKUKAN PENGUKURAN PADA FLY WHEEL MENGGUNAKAN DIAL INDIKATOR



KEOLENGAN MAKSIMUM = 0,1 mm









3. PERIKSALAH KEDALAMAN PAKU KELING PADA CLUTCH DISC DENGAN SIGMAT


KEDALAMAN PAKU KELING MINIMUM = 0,3 mm









4. PERIKSALAH PEGAS DIAFRAGHMA DARI KEAUSAN



LIMIT KEDALAMAN = 0,6 mm
LEBAR = 5,0 mm








 5. PERIKSA CELAH PRESSURE PLATE

 CELAH STANDART = 0,5 mm









6. PERIKSA KONDISI RELEASE BEARING DARI KEOLENGAN













TROUBLE SHOOTING
1. KOPLING SLIP
    - Permukaan plat kopling aus atau terbakar
    - Permukaan plat kopling terkontaminasi oleh minyak pelumas

2. KOPLING GADUH
    - Tidak terdapat pelumas pada sambungan dari sistem penggerak kopling
    - Bantalan mekanisme pelepas kopling sudah aus atau rusak

3. KOPLING MENGGESEK
    - Jarak antara kopling dengan lantai terlalu rendah
    - Permukaan plat kopling rusak
ALTERNATOR
Fungsi : Untuk melakukan pengisian kembali tegangan baterai


KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSI
1. NUT
    Untuk mengikat komponen-komponen yang berada pada poros alternator
2. LOCK WASHER
    Untuk mengunci posisi komponen-komponen yang berada poros alternator pada posisi yang di tentukan
3. PULLLEY
    Untuk tempat kedudukan dari sabuk V-Belt yang terhubung langsung ke puli poros engkol mesin
4. FAN
    Untuk mendinginkan kumparan rotor dan stator ketika alternator bekerja untuk proses pengisian
5. FAN SPACER
    Untuk mengatur jarak posisi dari kipas
6. FRONT HOUSING
    Untuk penutup bagian depan dari alternator
7. FRONT BEARING
    Untuk menyanggah poros bagian depan dari rotor
8. RETAINER
    Untuk menahan posisi front bearing agar tepat kedudukannya dengan front housing
9. STOP RING
    Untuk menghentikan batas yang tepat posisi dari poros rotor
10.ROTOR
    Untuk menimbulkan medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik
11.STATOR
    Untuk memotong medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik
12.PCB
    Untuk papan cetak dari dioda-dioda negatif dan dioda positif
13.DIODA PLATES
    Untuk merubah atau menyearahkan  arus listrik AC menjadi arus listrik DC
14.BRUSHES
    Untuk mengalirkan arus listrik ke slip ring yang terdapat pada poros rotor
15.BRUSH RETAINER
    Untuk tempat kedudukan dari pada brushes
16.SPRINGS
    Untuk mendorong brushes sampai pada batas minimum (aus)
17.REAR HOUSING
    Untuk menutup alternator bagian belakang
18.REAR BEARING
    Untuk menahan kedudukan poros bagian belakang
19.TERMINAL INSULATOR
    Untuk penyekat atau merupakan isolasi dari terminal-terminal yang terdapat pada alternator


KOMPONEN BESAR UTAMA ALTERNATOR


1. ROTOR terdiri 
    1..MUR PENGIKAT
    2. PULI
    3. FAN
    4. FRONT HOUSING
    5. ROTOR COIL
    6. SLIP RING
    7. BANTALAN


2. STATOR terdiri dari :
    1. STATOR COIL
    2. DIODE ( + / - )
    3. BRUSH HOLDER
    4. BRUSH
    5. REAR HOUSING

3. REGULATOR
      Fungsi : Untuk memasukkan arus listrik kedalam kumparan rotor, meskipun putarannya berubah-ubah.


     

KETERANGAN KODE
IG = IGNITION
N  = NEUTRAL
E   = EARTH
F   = FIELD
L   = LAMP
B   = BATTERY










CHART REGULATOR 6 TERMINAL
 

         Pada sistem pengapian jenis ini titik netral dari kumparan stator alternator di pergunakan untuk mengatur bekerjanya tegangan Relay (Voltage Relay). Lampu tanda pengisian akan menyala atau mati sesuai dengan kerjanya voltage relay dan bilamana tegangan terminal (N) kurang dari jumlah yang ditentukan maka alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal dalam mengisi baterai kembali.

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DALAM RANGKAIAN
PERHATIKAN ANIMASI BERIKUT


CARA KERJA ALTERNATOR DALAM RANGKAIAN
       Bila kunci kontak di "ON" kan, arus listrik dari baterai mengalir ke charge warning lamp, terminal (L) regulator, titik kontak voltage relay "P1" dan "P0" terus ke masa bodi (E). dan pada saat yang sama menglir arus ke kumparan voltage regulator mengakibatkan lampu tanda kontrol menyala.
        Pada saat yang sama pula, arus lain dari baterai mengalir melalui sikring, terminal "IG" regulator, titik kontak voltage regulator "P3" dan "P4" keluar melalui terminal "F" alternator terus ke rotor coil
Arus listrik yang mengalir masuk ke dalam rotor coil akan menimbulkan kemagnetan (Field Current) dan dalam hal ini belum ada proses pengisian.
        Sesudah mesin nyala dan rotor berputar maka terjadilah arus AC yang akan diubah oleh 6 buah dioda menjadi arus DC. Tegangan ini menjadi lebih besar di antara terminal "B" dan "E". dan tegangan keluar dari "N" stator coil, menyebabkan tenaga tarik dari kumparan pada voltage relay bertambah besar dan titik "P1" berhubungan dengan titik "P2" dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistem pengisian telah bekerja.

PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALTERNATOR 
1. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT ROTOR COIL

 Periksa hubungan terbuka rotor coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)
 2. PERIKSA CONTINUITAS MASSA ROTOR COIL
Periksa hubungan massa dari rotor coil, jika ada hubungan (Bocor), jika tidak ada hubungan (Baik)







3. PERIKSA DIAMETER SLIPRING
Periksa diameter slipring dari keausan akibat gesekan dengan brush, Diameter standart dari slipring tergantung dari sfesifikasi pabrik, jika sudah aus (Ganti baru)
 4. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT STATOR COIL

Periksa hubungan terbuka stator coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)







 5. PERIKSA CONTINUITAS MASSA STATOR COIL

Periksa stator coil hubungan massa, jika ada hubungan (Bocor), jika tida ada hubungan (Baik)
6. PERIKSA CONTINUITAS DIODA (+) DAN DIODA (-)
 
Periksa  hubungan dioda (+) dan dioda (-), jika salah satu ada hubungan berarti kondisi dioda (Baik)
 7. PERIKSA PANJANG SIKAT

Ukur panjang sikat (sesuai sfesikasi pabrik) jika sudah aus, terbakar atau rusak (Ganti baru)

 KERUSAKAN-KERUSAKAN ALTERNATOR
1. Rotor coil putus/terbakar
2. Stator coil putur/terbakar
3. Dioda putus/mati
4. Regulator coil rusak/terbakar
5. Brush aus dan brush holder patah
6. Bearing depan dan belakng sudah aus