Tips Mengemudi Malam Hari
Meski kadang kala bagi sebahagian orang jarang bepergian malam hari, namun bagi yang kerjanya malam hari atau jarak kantor dengan rumah cukup jauh yang mau tidak mau terpaksa bekendera di malam hari tentunya dituntut untuk lebih waspada dan hati-hati. Beragam persoalan bisa timbul baik criminal maupun kecelakaan. Postingan kali ini saya fokuskan pada keamaan berkendara di malam hari dari segi kenderaannya.

Kita semua sudah maklum, meski tinggal di perkotaan, namun belum semua jalan memiliki penerangan atau kualitas pencahayaannya yang kurang baik, disamping itu juga malam hari biasanya membuat daya konsentrasi Anda juga cenderung menurun, Anda tentunya harus berusaha  lebih hati-hati saat mengemudikan kendaraan. Karena, gelapnya malam dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang sudah tinggi. Apalagi di saat hujan, dengan jarak pandang yang jadi lebih pendek maka akan lebih membahayakan bagi Anda. 

Guna mengatasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama berkendera di jalan raya pada malam hari, mungkin Anda dapat mencoba beberapa tips berikut seperti yang saya kutip dari menshealth.co.id, silahkan disimak :

Bersihkan Kaca Jendela. 
Pastikan seluruh kaca mobil selalu bersih agar daya pandang atau visibilitas Anda jelas. Untuk itu, pastikan penampung windshield cleaner selalu terisi, jadi Anda bisa membersihkan kaca setiap saat. Agar pembersihannya lebih baik, gunakan aditif pembersih yang mampu mengangkat kotoran-kotoran yang menempel pada kaca mobil.  

Tepatkan Sorotan Lampu  
Sorot lampu yang tidak optimal pada kendaraan dapat membahayakan keamanan berkendara. Misalnya, jika posisi cahaya lampu depan mobil terlalu mengarah ke atas, ini dapat menyilaukan pengendara mobil dari arah yang berlawanan. Lakukan  penyetelan posisi lampu yang tepat di bengkel yang dapat melakukan pekerjaan tersebut. 

Tingkatkan Kualitas Pencahayaan. 
Untuk memaksimalkan pencahayaan lampu mobil, ganti bohlam konvensional dengan jenis high intensity discharge yang lebih terang. Beberapa jenis lampu tersebut dilengkapi dengan penerangan low beam yang lebih baik, terutama ketika cuaca kurang bersahabat. Namun sebaiknya lengkapi juga dengan relay agar arus listrik pada mobil sesuai dengan yang dibutuhkan.  

Bersihkan Mobil. 
Karena, permukaan cat pada body mobil yang bersih dapat memantulkan cahaya lebih baik daripada mobil yang kotor. Anda juga bisa menempelkan reflective tape di bumper, dan side molding yang dapat mengoptimalkan visibilitas di  sekitar mobil. Sehingga pengendara mobil lain bisa menjaga jarak  dengan mobil Anda secara lebih baik dan hati-hati.   

Bersihkan Kaca Lampu Depan. 
Lampu depan yang kotor tidak akan memancarkan cahaya secara optimal, apalagi saat hujan. Sebaiknya bersihkan dengan lap basah lalu keringkan dengan kain kering. Anda juga dapat membersihkannya dengan glass cleaner agar hasilnya sempurna.  

Hindari Kaca Film Gelap. 
Sebaiknya gunakan tingkat kegelapan kaca film yang ’wajar’, demi faktor keamanan berkendara di malam hari. Idealnya, kegelapannya tidak lebih dari 40 % untuk kaca samping dan belakang, dan tidak lebih dari 20% untuk kaca depan.  

Sekian postingan Tips Berkendara Aman di Malam Hari, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian

Sumber Artikel : menshealth.co.id
Mengenderai Sepeda Motor saat Hujan dan Banjir
Seperti yang sudah saya bahas pada postingan sebelumnya yaitu Tips Mengemudi Mobil Saat Hujan dan Banjir, maka kali ini saya akan membahas tentang Tips seputar Motor. Seperti yang kita ketahui bersama, hujan dan banjir seakan menjadi langganan yang hampir setiap tahun dialami warga yang tinggal di Jakarta dan kota lain di Indonesia. Dalam kondisi ini sebagai pengendara sepeda motor pun dihadapkan pada dua pilihan saat dihadang hujan dan banjir: nekat melanjutkan perjalanan atau berteduh menunggu guyuran air mereda.

Namun bila Anda terpaksa menembus hujan saat mengendarai sepeda motor baik karena keburu pulang atau telat ke kantor, ada hal yang perlu Anda waspadai. Risiko mengalami kecelakaan bakal sangat tinggi lantaran fokus berkendara berkurang dan fisik cenderung lebih lelah. Jika menembus banjir, sepeda motor rawan mogok lantaran kompartemen mesinnya rendah dan gampang tergenang air.

Berikut beberapa Tips aman mengendarai sepeda motor di musim hujan seperti yang saya kutip dari Tempo, silahkan disimak :

Perhatikan kondisi ban
Usia ban tidak boleh melampaui empat tahun sejak masa pemakaian pertama. Tanggal pembuatan bisa dicek di dinding ban. Jika kedalaman telapak kurang dari 2 milimeter, segera ganti ban karena kemampuan cengkeramannya berkurang. Petunjuknya adalah segitiga tread wear indicator (TWI) di sisi samping ban. Kurangi tekanan angin ban 1-2 psi dari skala normal.

Cek rantai
Saat menembus hujan, beban yang ditanggung rantai cenderung lebih berat. Selain itu, air hujan bisa menyebabkan rantai berkarat dan rusak. Lumasi rantai dengan minyak khusus anti-karat.

Periksa cahaya seluruh lampu
Di tengah guyuran hujan, jarak pandang pengemudi berkurang. Karena itu, fungsi lampu sangat vital, baik sebagai penerang dan sinyal peringatan untuk kendaraan lain. Periksa cahaya lampu agar menyala optimal di tengah hujan. Bersihkan kaca helm agar pandangan Anda jelas.

Pilih jas hujan yang tepat
Tak perlu jas hujan mahal, pilih saja model celana dan jaket biasa asalkan tak tembus air. Hindari jas hujan model one piece alias ponco karena menjuntai dan bisa tersangkut di rantai atau jari-jari. untuk lebih jelas bagaimana tips memilih jas hujan yang baik bisa dibaca disini

Hati-hati bermanuver
Saat berada di belokan, kurangi kecepatan. Injak rem lebih awal dan hindari manuver ekstrem lantaran jalan lebih licin. Perhatikan genangan air. Jangan-jangan ada lubang di dalamnya dan Anda bisa terjatuh. Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame lantaran rawan roboh.

Cuci motor
Air hujan bersifat asam dan memicu karat. Setelah "hujan-hujanan", segera cuci motor dengan sampo khusus dan air bersih. Lebih lengkah silahkan intip Tips dan Trik Mencuci Motor

Sekian postingan Tips Mengenderai Sepeda Motor Saat Hujan dan Banjir, semoga bermanfaat khususnya seperti saya yang saban hari ke tempat kerja dengan motor.

Sumber Artikel : tempo.co
Mengemudi Mobil Saat Hujan dan Banjir
Meski saat ini bukan lagi musim penghujan, namun bagi kota – kota yang letak permukaan tanahnya lebih rendah dari permukaan laut seperti Jakarta, masalah banjir akan terus melanda. Bagi anda pengguna mobil atau pengemudi mobil, mungkin pernah mengalami pengalaman yang menyebalkan jika suatu saat Anda dan mobil Anda terjebak banjir dan tiba–tiba mogok sehingga memaksa Anda menggunakan jasa pihak ketiga bahkan ada kalanya mobil membutuhkan perawatan ekstra yang tidak kalah mahal.

Nah oleh karena itu, pada saat melintasi genangan air yang cukup tinggi, Anda tentunya perlu lebih waspada dan menerapkan gaya mengemudi yang jitu dan ekstra hati–hati. Berikut beberapa tips agar Anda tidak menemukan situasi yang fatal saat mengemudi melewati banjir seperti yang saya kutip dari menshealth.co.id, silahkan disimak : 

Matikan AC. 
Saat melintasi banjir, sebaiknya AC tidak dinyalakan untuk mengurangi beban kinerja mesin dan mencegah terjadinya korsleting pada sistem kelistrikan mobil. Namun, setelah melewati genangan air yang tinggi, AC dapat dinyalakan kembali. Apabila saat menyalakannya kembali Anda mendengar suara decit dari V-belt yang terciprat air, jangan khawatir. Karena dalam hitungan detik suara tersebut akan hilang.   

Lakukan setengah kopling dan gigi terendah.  
Untuk mencegah agar mesin tidak mati, pada transmisi manual tahan setengah kopling dan besarkan gas mobil hingga 2.500 rpm. Aksi tersebut dapat meminimalkan air yang masuk ke dalam mesin melalui knalpot atau lubang filter udara. Sedangkan bagi yang menggunakan transmisi otomatis, kemudikan mobil pada gigi terendah –pada “1” atau “L”– untuk menstabilkan putaran mesin.   

Hindari genangan air terlalu tinggi.  
Sebaiknya pada saat melintasi banjir posisikan mobil sedikit ke tengah jalan, karena genangan air di bagian tersebut biasanya adalah yang paling rendah. Mengingat di sebelah kiri dan kanan jalan biasanya terdapat saluran air di mana genangannya cukup tinggi. Namun, jika tinggi air sudah hampir setengah dari mobil Anda, langsung hindari jalan tersebut untuk menghindari terjadinya mogok atau kerusakan fatal pada kendaraan Anda.   

Lakukan pengereman.  
Jika mobil sudah melintasi genangan air, permukaan piringan dan kanvas rem menjadi basah sehingga dapat mengurangi jarak pengereman pada mobil Anda. Untuk mengeringkan permukaan di sekitar rem dan mengembalikan kinerja rem, lakukan pengereman sekitar dua hingga tiga kali secara halus. Demi keamanan Anda, hal ini perlu Anda lakukan untuk memastikan bahwa rem mobil Anda tetap berfungsi dengan baik. .    

Hilangkan bau apek.  
Jika air masuk ke dalam mobil pada saat melintasi banjir, ini tentunya harus dikeringkan segera agar tidak menimbulkan bau apek, selain juga  untuk mencegah kerusakan pada beberepa komponen di mobil Anda. Jika Anda tidak sempat untuk melakukannya sendiri, bawalah ke salon mobil favorit Anda.

Cuci kolong Mobil anda sesegera mungkin.  
Sebaiknya setelah melewati genangan air, semprotkan hingga bersih bagian bawah mobil Anda untuk mencegah terjadinya karat. Air hujan cenderung memiliki tingkat oksidasi yang  tinggi dan dapat merusak

Sekian postingan Tips Mengemudi Mobil Saat Hujan dan Banjir, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Sumber Artikel : menshealth.co.id